Senin, 29 Juni 2015

PERMAISURI DUA KHALIFAH, HIJRAH DUA KALI, SALAT MENGHADAP DUA KIBLAT

PERMAISURI DUA KHALIFAH, HIJRAH DUA KALI, SALAT  MENGHADAP DUA KIBLAT
Ada banyak hal yang unik pada diri Asma’ binti ‘Umais, baik dari sisi nasab, setatus sosial, hingga peran beliau di masa-masa awal perjuangan islam.

Asma’ binti ‘Umais dikenal sebagai salah seorang sahabat perempuan yang berjiwa mulia. Beliau adalah saudari ipar Rosulullah SAW, sebab saudari seibunya, Maimunah binti Harits merupakan istri Rasulullah SAW.

Ketika di Makkah, Asma’ binti ‘Umais menikah dengan Ja’far bin Abi Thalib ra. Bersama suaminya itu beliau hijrah ke habasyah (Ethofia). Asma’ binti ‘Umais juga termasuk sahabat yang pernah shalat menghadap dua kiblat. Seperti telah maklum, kaum muslimin pada awal mula hijrah di Madinah salat menghadap Baitul Maqdis, Jerussalem (Arah Utara). Setelah 17 bulan, turun perintah dari Allah SWT (QS. Al-Baqarah [02]: 044) agar kaum muslimin mengubah kiblatnya ke Masjidil Haram di Makkah (Arah Selatan).

Dari pernikahannya dengan Ja’far bin Abi Thalib, Asma’ binti ‘Umais dikaruniai tiga orang putra: Abdullah, ‘Aun, dan Muhammad, semuanya dilahirkan di Habasyah. Pada tahun ke-8 Hijriyah, Ja’far bin Abi Thalib di panggil oleh Allah. Beliau syahid dalam perang Mu’tah. Namun atas kesabarannya, Allah memberikan anugrah yang lebih besar. Setelah ja’far wafat, beliau dinikahi oleh Abu Bakar ash-Shiddiq. Dari pernikahannya dengan Abu Bakar, beliau di karuniai putra bernama Muhammad bin Abu Bakar. Setelah mertua Rasulullah itu wafat, Asma’ binti ‘Umais dinikahi khalifah Ali bin Abi Thalib. Pernikahan mereka berbuah Yahya dan-dalam sebuah riwayat gharib-‘Aun.

Semoga Bermanfaat. Silahkan diShare, Like, Atau Komentar

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Seo Blogger